L O A D I N G
blog banner

Mudik Lebaran 2019, Pemerintah Fokus Aspek Keselamatan Bukan Kemacetan

Pemerintah merapatkan deretan untuk menghadapi musim mudik Lebaran yang bakal berlangsung sejumlah bulan lagi. Seperti diketahui lebaran Idul Fitri sendiri akan dilangsungkan pada tanggal 5 dan 6 Juni 2019 mendatang.

 

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setyadi mengatakan, pada tahun ini pemerintah bakal berfokus untuk mengkhususkan keselamatan dalam mensukseskan mudik Lebaran 2019. Oleh karenanya, pada tahun ini tema yang dimunculkan ialah Mudik Selamat Guyub Rukun.

 

“Selama ini yang menjadi perhatian ialah kemacetan-kemacetan. Sekarang dengan Korlantas Polri aspek keselamatan akan dikhususkan menjadi prioritas,” ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

 

Budi menjelaskan, meskipun mengkhususkan keselamatan tetapi pihaknya pun tidak melupakan aspek kelancaran. Oleh karena tersebut pihaknya akan mengerjakan koordinasi dengan Korlantas Polri guna pembangunan haturkan kemudian lintas di lapangan.

 

“Kita telah melakukan sejumlah rapat koordinasi dengan Korlantas Polri. Jadi kesatu berhubungan ancaman yang disampaikan. Pertama anda utamakan keselamatan dan lantas aspek kelancaran,” jelasnya.

 

Salah satu yang menjadi aspek keselamatan ialah meliputi keselamatan di jalan dan pun air dan penyebrangan. Bagi dijalan baik tol dan jalan nasional pemerintah akan mengerjakan koordinasi dengan Korlantas Polri untuk penataan lalu lintas.

 

Di sisi lain, pemerintah pun akan tetap menyelenggarakan mudik cuma-cuma pada tahun ini. Tujuannya supaya jumlah masyarakat yang memakai kendaraan individu berkurang.

 

“Kita akan menambah mudik cuma-cuma (pada tahun ini),” ucapnya.

 

Sementara dari segi penyeberangan, pihaknya pun akan menyerahkan perhatian penuh. Khususnya pada penyeberangan telaga hingga sungai yang mana pada tahun kemudian terjadi kemalangan pada kapal penyeberangan Sinar Bangun di Danau Toba.

 

“Tahun lalu sesudah lebaran ialah kita terdapat Sinarbangun. Kita enggak inginkan kecolongan,” kata Budi.